Author Guidelines

Author Guidelines

 

1. Pendahuluan

CAKALELE: Jurnal Filsafat dan Teologi Perdamaian menerima naskah dari penulis nasional maupun internasional. Naskah dapat berupa hasil penelitian empiris, penelitian kepustakaan, kajian filosofis atau teologis, studi kontekstual, serta artikel ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan diskursus tentang perdamaian, rekonsiliasi, keadilan, agama, kebudayaan, kemanusiaan, dan kehidupan bersama.

Setiap naskah yang memenuhi persyaratan awal editorial akan melalui proses peer review oleh mitra bestari yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang kajian artikel. Keputusan akhir mengenai penerimaan, revisi, atau penolakan naskah berada pada kewenangan editor.

 

2. Format Judul, Nama Penulis, dan Afiliasi

Judul artikel harus ringkas, jelas, informatif, dan mencerminkan pokok persoalan serta argumentasi utama artikel. Hindari penggunaan singkatan yang tidak umum, ungkapan yang terlalu panjang, atau judul yang menimbulkan penafsiran ganda.

Nama penulis ditulis tanpa gelar akademik dan ditempatkan di bawah judul artikel.

Setiap penulis harus mencantumkan:

  • nama lengkap;
  • afiliasi institusi;
  • kota dan negara;
  • alamat email;
  • ORCID.

Penulis korespondensi (corresponding author) diberi tanda bintang (*) setelah nama. Seluruh komunikasi mengenai proses editorial, hasil review, permintaan revisi, dan keputusan penerbitan akan dikirimkan kepada corresponding author.

Apabila artikel memiliki lebih dari satu penulis, seluruh nama penulis dicantumkan berdasarkan urutan kepengarangan yang telah disepakati bersama.

Nama penulis harus ditulis secara konsisten dengan identitas yang digunakan dalam publikasi akademik, ORCID, Google Scholar, dan metadata OJS.

 

3. Abstrak dan Kata Kunci

Setiap artikel harus dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Abstrak harus dapat berdiri sendiri dan sekurang-kurangnya memuat:

  • latar belakang atau persoalan utama;
  • tujuan penelitian atau artikel;
  • pendekatan atau metode;
  • temuan atau argumentasi utama;
  • kesimpulan atau kontribusi artikel.

Abstrak ditulis secara ringkas dalam 150–250 kata.

Di bawah abstrak dicantumkan 3–5 kata kunci yang merepresentasikan konsep utama artikel. Kata kunci dipisahkan dengan tanda titik koma (;).

Contoh:

Kata Kunci: eklesiologi; filsafat perdamaian; rekonsiliasi; teologi kontekstual

Keywords: contextual theology; ecclesiology; peace philosophy; reconciliation

Artikel berbahasa Indonesia harus mencantumkan judul artikel dalam bahasa Inggris pada bagian abstrak bahasa Inggris.

 

4. Pedoman Umum Penulisan Naskah

Naskah dikirim secara daring melalui sistem Open Journal Systems (OJS) CAKALELE:

https://cakalele.uniera.ac.id/index.php/cakalele/about/submissions

Penulis harus terlebih dahulu melakukan registrasi dan memilih peran sebagai Author/Penulis sebelum melakukan pengiriman naskah.

Naskah yang tidak memenuhi pedoman penulisan dapat dikembalikan kepada penulis pada tahap pemeriksaan awal sebelum memasuki proses peer review.

 

Struktur Artikel

Artikel hasil penelitian sekurang-kurangnya memuat:

  1. Judul;
  2. Nama penulis dan afiliasi;
  3. Abstrak dan kata kunci;
  4. Pendahuluan;
  5. Metode atau pendekatan penelitian;
  6. Hasil dan pembahasan;
  7. Kesimpulan;
  8. Ucapan terima kasih, apabila diperlukan;
  9. Pernyataan konflik kepentingan dan pendanaan, apabila relevan;
  10. Daftar pustaka.

Untuk artikel filsafat, teologi, atau kajian konseptual yang tidak menggunakan penelitian empiris, struktur dapat disesuaikan dengan karakter argumentasi artikel. Namun, naskah tetap harus memperlihatkan secara jelas persoalan, posisi argumentatif, pendekatan, analisis, dan kesimpulan.

 

5. Panjang dan Format Naskah

Artikel ilmiah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan panjang sekitar 5.000–7.000 kata, termasuk catatan dan daftar pustaka.

Naskah diketik dalam:

  • ukuran kertas: A4 (210 × 297 mm);
  • format file: Microsoft Word (.doc atau .docx);
  • jenis huruf: Times New Roman;
  • ukuran huruf teks utama: 12 pt;
  • spasi: 1,5;
  • ukuran huruf kutipan blok: 10 pt;
  • kutipan blok menggunakan spasi tunggal.

Istilah atau ungkapan asing yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring (italic).

Naskah harus menggunakan bahasa akademik yang jelas, efektif, dan konsisten. Penulis dianjurkan menghindari penggunaan istilah asing apabila telah tersedia padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia.

 

6. Judul Bagian dan Subbagian

Judul bagian ditulis dengan huruf tebal dan menggunakan penomoran Arab secara berurutan.

Contoh:

1. Pendahuluan

2. Metode Penelitian

3. Hasil dan Pembahasan

4. Kesimpulan

 

Subbagian menggunakan penomoran bertingkat.

Contoh:

3.1 Perdamaian sebagai Konsep Teologis

3.2 Rekonsiliasi dan Transformasi Konflik

Penggunaan subbagian harus proporsional dan membantu pembaca mengikuti struktur argumentasi artikel.

 

7. Pedoman Khusus Isi Artikel

Judul

Judul harus menggambarkan substansi artikel secara spesifik, tidak terlalu panjang, dan menunjukkan persoalan atau fokus utama tulisan.

 

Pendahuluan

Pendahuluan harus menjelaskan:

  • konteks dan latar belakang persoalan;
  • masalah atau pertanyaan penelitian;
  • penelitian atau diskursus terdahulu yang relevan;
  • kesenjangan penelitian (research gap);
  • kebaruan atau kontribusi artikel;
  • tujuan penelitian atau argumentasi utama.

Artikel tidak dianjurkan hanya menyajikan tinjauan pustaka secara deskriptif. Literatur terdahulu harus digunakan untuk menunjukkan posisi dan kontribusi artikel dalam percakapan akademik yang lebih luas.

 

Metode atau Pendekatan

Bagian ini menjelaskan metode, pendekatan, sumber data, cara pengumpulan dan analisis data, atau kerangka interpretasi yang digunakan.

Untuk artikel filsafat atau teologi, penulis dapat menjelaskan pendekatan seperti:

  • analisis filosofis;
  • analisis teologis;
  • kajian tekstual;
  • pendekatan historis;
  • studi komparatif;
  • pendekatan kontekstual;
  • hermeneutika;
  • pendekatan interdisipliner.

 

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan harus menjadi bagian utama artikel.

Penulis harus:

  • menyajikan temuan atau argumentasi secara sistematis;
  • menghubungkan hasil dengan pertanyaan penelitian;
  • berdialog dengan penelitian dan teori sebelumnya;
  • menunjukkan kontribusi baru artikel;
  • menghindari pembahasan yang hanya mengulang data atau sumber.

 

Dalam artikel teologi dan filsafat, argumentasi harus dibangun secara logis, kritis, dan didukung oleh sumber primer maupun sekunder yang relevan.

 

Kesimpulan

Kesimpulan bukan sekadar pengulangan pembahasan.

Kesimpulan harus:

  • menjawab pertanyaan penelitian;
  • merangkum temuan atau argumentasi utama;
  • menegaskan kontribusi artikel;
  • menunjukkan implikasi teoretis atau praktis apabila relevan.

Rekomendasi penelitian lanjutan dapat ditambahkan apabila diperlukan.

 

8. Tabel, Gambar, dan Ilustrasi

Tabel, gambar, diagram, dan ilustrasi ditempatkan sedekat mungkin dengan bagian teks yang pertama kali merujuknya.

Setiap tabel dan gambar harus:

  • diberi nomor secara berurutan;
  • memiliki judul atau keterangan;
  • mencantumkan sumber apabila berasal dari pihak lain;
  • memiliki kualitas dan resolusi yang memadai.

 

Contoh:

Tabel 1. Model Pendekatan Transformasi Konflik

Gambar 1. Relasi Eklesiologi, Tata Gereja, dan Praksis

Judul tabel ditempatkan di atas tabel, sedangkan keterangan gambar ditempatkan di bawah gambar.

Penulis bertanggung jawab memperoleh izin atas penggunaan gambar atau materi berhak cipta milik pihak lain.

 

9. Kutipan

CAKALELE menggunakan sistem Chicago Manual of Style, 17th Edition – Author-Date. Kutipan dalam teks ditulis dengan mencantumkan nama belakang penulis, tahun publikasi, dan halaman apabila mengutip bagian tertentu.

 

Contoh:

Perdamaian tidak semata-mata dipahami sebagai ketiadaan kekerasan, tetapi juga berkaitan dengan struktur kehidupan sosial yang memungkinkan keadilan berkembang (Galtung 1969, 183).

 

Atau:

 

Menurut Lederach (1997, 20), pembangunan perdamaian memerlukan cara pandang yang melampaui penyelesaian konflik jangka pendek.

 

Format umum:

(Nama Belakang Tahun, Halaman)

 

Contoh:

(Volf 1996, 29)          
(Lederach 1997, 84) 
(Galtung 1969, 171–72)

 

Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih ditulis sebagai kutipan blok, menggunakan ukuran huruf 10 pt, spasi tunggal, dan tidak menggunakan tanda petik.

Catatan penjelas yang tidak merupakan referensi bibliografis dapat ditempatkan sebagai catatan akhir (endnotes) secara terbatas.

 

10. Daftar Pustaka

Semua sumber yang dikutip dalam naskah harus dicantumkan dalam daftar pustaka dan setiap sumber dalam daftar pustaka harus benar-benar dirujuk dalam artikel. Penulis dianjurkan menggunakan aplikasi pengelola referensi seperti:

  • Zotero;
  • Mendeley;
  • EndNote;
  • aplikasi manajemen referensi lain yang kompatibel.

 

CAKALELE menggunakan: Chicago Manual of Style, 17th Edition – Author-Date

Pedoman resmi dapat dilihat pada:

https://www.chicagomanualofstyle.org/tools_citationguide/citation-guide-2.html

Penulis dianjurkan menggunakan sumber akademik primer dan mutakhir. Untuk artikel penelitian, sebagian besar referensi sebaiknya berasal dari publikasi ilmiah yang relevan dalam 10 tahun terakhir, tanpa mengabaikan karya klasik atau sumber primer yang secara substantif diperlukan.

Artikel ilmiah sekurang-kurangnya menggunakan 10 referensi akademik, dengan prioritas pada artikel jurnal bereputasi, buku akademik, dan sumber primer yang relevan.

 

11. Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Artikel Jurnal

Galtung, Johan. Violence, Peace, and Peace Research, Journal of Peace Research, Volume 6, Issue 3, September 1969, Pages 167–191, https://doi.org/10.1177/002234336900600301

 

Dalam berbagai kajian mengenai agama dan pembangunan perdamaian, karya Appleby menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami ambivalensi agama dalam konflik dan perdamaian.

Catatan: Dalam naskah final, penulis harus mencantumkan data bibliografis lengkap dari versi karya yang benar-benar digunakan.

 

Wright, Walter A. Building Peace: Sustainable Reconciliation in Divided Societies, by John Paul Lederach. Armed Forces & Society 30, no. 3 (2004): 491–95. https://www.jstor.org/stable/48608703.

 

 

Buku

De Gruchy, John W. 2002. Reconciliation: Restoring Justice. Minneapolis: Fortress Press.

Lederach, John Paul. 1999. The Journey Toward Reconciliation. Scottdale, PA: Herald Press.

Volf, Miroslav. 1996. Exclusion and Embrace: A Theological Exploration of Identity, Otherness, and Reconciliation. Nashville: Abingdon Press.

 

Bab dalam Buku

Schreiter, Robert J. 2008. “Reconciliation and Healing as a Paradigm for Mission.” Dalam buku suntingan yang relevan, cantumkan nama editor, judul buku, halaman bab, kota, dan penerbit sesuai dengan sumber asli yang digunakan.

 

Format:

Nama Belakang, Nama Depan. Tahun. “Judul Bab.” Dalam Judul Buku, disunting oleh Nama Editor, halaman. Kota: Penerbit.

 

Buku Elektronik

Volf, Miroslav. 2011. Allah: A Christian Response: A Provocative and Timely Theology of Islam, Muslims, and Dialogue for the Twenty-First Century. New York: HarperOne. E-book.

Format sumber elektronik harus tetap memuat informasi bibliografis utama dan DOI atau URL permanen apabila tersedia.

 

Disertasi atau Tesis

Nama Belakang, Nama Depan. Tahun. “Judul Tesis atau Disertasi.” Jenis karya, Nama Universitas.

 

Contoh format:

Botara, Nama Penulis. 2026. “Judul Penelitian tentang Gereja, Rekonsiliasi, dan Perdamaian.” Disertasi doktoral, Nama Universitas.

 

Konten Situs Web

United Nations. n.d. “Peace, dignity and equality on a healthy planet.”  Accessed August 20, 2026. https://www.un.org/en

World Council of Churches. n.d. “Peace-building: Conflict transformation & Reconciliation” Accessed August 20, 2026. https://www.oikoumene.org/programme-activity/peace-building

Untuk halaman web, penulis harus menggunakan sumber yang memiliki otoritas akademik atau institusional dan mencantumkan tanggal akses apabila tanggal publikasi tidak tersedia.

 

12. Etika Penggunaan Referensi

Penulis tidak diperkenankan:

  • mencantumkan referensi yang tidak pernah dibaca atau digunakan;
  • menambahkan sitasi hanya untuk meningkatkan jumlah kutipan;
  • memaksakan sitasi karya sendiri yang tidak relevan;
  • menggunakan sumber yang tidak dapat diverifikasi;
  • membuat atau merekayasa referensi yang tidak pernah ada.

Seluruh DOI dan URL harus diperiksa kembali sebelum naskah dikirimkan.

 

13. Penggunaan Sumber Primer dalam Filsafat dan Teologi

Artikel filsafat dan teologi dianjurkan menggunakan sumber primer apabila relevan. Sumber primer dapat berupa:

  • karya asli seorang filsuf atau teolog;
  • teks Kitab Suci;
  • dokumen gerejawi;
  • pengakuan iman;
  • tata gereja;
  • dokumen konsili atau sinode;
  • dokumen sejarah;
  • arsip;
  • wawancara;
  • manuskrip;
  • sumber budaya dan tradisi lokal.

Penggunaan sumber primer harus disertai dengan interpretasi kritis dan tidak hanya berupa kumpulan kutipan.

 

14. Tinjauan Buku

CAKALELE menerima tinjauan buku (book review) yang relevan dengan filsafat, teologi, studi perdamaian, agama, kebudayaan, dan kajian interdisipliner terkait. Tinjauan buku ditulis sekitar 1.000–1.500 kata dan sekurang-kurangnya memuat:

1)    identitas bibliografis buku;

2)    konteks dan tujuan buku;

3)    gagasan atau argumentasi utama;

4)    posisi buku dalam diskursus yang lebih luas;

5)    evaluasi kritis reviewer;

6)    kontribusi dan keterbatasan buku.

Tinjauan buku tidak boleh hanya berupa ringkasan isi setiap bab, tetapi harus memperlihatkan penilaian akademik dan dialog kritis terhadap karya yang ditinjau.

 

15. Pengiriman Naskah

Naskah harus dikirim melalui OJS: CAKALELE: Jurnal Filsafat dan Teologi Perdamaian
Fakultas Teologi Universitas Halmahera

https://cakalele.uniera.ac.id/index.php/cakalele/about/submissions

Penulis harus memastikan bahwa:

  • naskah merupakan karya asli;
  • naskah belum pernah diterbitkan;
  • naskah tidak sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain;
  • seluruh penulis telah menyetujui pengiriman;
  • metadata OJS telah diisi secara lengkap;
  • seluruh sumber telah diperiksa;
  • naskah telah memenuhi etika publikasi CAKALELE.

Setiap naskah yang tidak memenuhi persyaratan dasar dapat dikembalikan kepada penulis sebelum memasuki proses peer review.